Jeruk

Petunjuk Pemupukan Jeruk secara efisien (per pohon):

Umur di bawah 1,5 th, sbb:Asumsi Populasi 500 ph/Ha

–    Pergunakan “BIOAKTIF” sebagai pupuk kocoran sejumlah 1 kg dicampurkan kedalam air 10 lt dan kocorkan kc sekeliling tanaman sejumlah 5-10 btg serta diulang setiap 3 bln sekali (atau melihat perkembangan tanaman). Sebagai pengganti pupuk dasar, maka seminggu sebelum tanam taburkan 100 g/lubang tanam dan ditutup lapisan tanah (tanaman dimasukan dlm lubang tanam, tanahnya jangan dlm kondisi kering).

Umur 1,5 th – belajar berbuah, sbb:

–    Bila dianggap perlu (terutama bila nilai pH tanah di bawah 6) dapat ditambahkan Pospat Alam (pengganti TSP/SP-36) sejumlah 1-2 kwt/Ha.

–    Taburkan “BIOAKTIF” sejumlah 0,5kg – 1kg (5 kwt/Ha) disekitar tanaman dalam kondisi tanah tidak kering dan kemudian ditutup tanah dan dapat di ulang setiap 6 bln sekali.

Umur berbuah (> 3 th), sbb:

–    Bila dianggap perlu (terutama bila nilai pH tanah di bawah 6) dapat ditambahkan Pospaf Alam (pengganti TSP/ SP-36) sejumlah 2 – 4kwt/ Ha.

–    Taburkan “BIOAKTIF” sejumlah 3 – 4kg (Umur tanaman sekitar 4th) disekitar tanaman dalam kondisi tanah tidak kering dan kemudian ditutup tanah dan dapat di ulang setiap 6 bln sekali. Dosis 1,5 – 2 ton/ Ha sebagai pedoman umum.

Catatan: Pupuk “BIOAKTIF” tidak dianjurkan memakai Urea, diupayakan minimal ZA dan bila mampu pergunakan NPK (Phonska) dengan Dosis kisaran 5 kwt/ Ha/ aplikasi saling bergantian dan SP-36 maupun ZK dosis 2-4 kwt/ Ha/ Th perlu ditambahkan bila hanya menggunakan ZA.

Petunjuk Pelaksanaan Lebih Detail Pemupukan Tanaman Jeruk :

–   Umur Tanaman sebelum Produksi (di bawah 2 th): Asumsi Populasi 500 ph/Ha.

Pemakaian pupuk organik sejak usia dini adalah ideal, terutama untuk pembenahan tanahnya. Karena secara umum (di Banyuwangi), tanaman Jeruk di tanam di daerah persawahan. Sifat-sifat tanah persawahan adalah lunak melumpur bila ada banyak air, dan menjadi keras serta beberapa mengalami retak-retak bila musim kering. Sifat tanah demikian mengancam keberadaan perakaran, yaitu akar tanaman menjadi sulit bernafas pada musim hujan dan ancaman putus perakaran serabut pada musim kering. Tanah demikian umumnya didominasi oleh mineral liat, ditunjukkan oleh ciri-ari tersebut di atas. Mengatasi sifat tanah tersebut adalah dengan pemakaian bahan organik, sebab bahan organik yang dicampurkan pada tanah liat mempunyai efek penggemburan. Pada musim hujan tanah tidak melumpur dan ketersediaan udara masih cukup bagi perakaran, dan pada musim kering mampu menjadikan tanah tidak mengeras dan ketersediaan air masih lebih baik dari pada keadaan tanah tanpa bahan organik.

Cara tanam selain pada posisi guludan sawah, seringkali terlihat dibuatkan gundukan-gundukan kecil individual. Perkembangan pada umur-umur muda secara umum menggembirakan, karena pengaruh fisik tanah seperti di atas belum terasa pada tanaman. Fisik tanah akan terasa tetapi selama ini tidak disadari) bila tanaman sudah mulai berbuah dimana dosis pemupukan an-organik semakin tinggi tetapi umur tanaman secara umum tidak pernah mencapai 10 th.

Agar mencapai masa produktifitas dengan umur lebih panjang seyogyanya dipersiapkan sejak dini, yaitu mulai sebelum tanam dan umur tanaman sebelum berproduksi. Caranya ?

1   Lubang tanam dipersiapkan (40x40x40), campurkan “BioAktif” plus pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 4 sebanyak 2 kg, kemudian campurkan secara merata dengan tanah yang dipakai sebagai penutup tanah pada lubang tanam.

2   Selanjutnya diluar kanopi tanaman, dibuatkan gandungan (lubang yang dicangkul memanjang) pada posisi disamping kiri kanan tanaman, kemudian masukkan “BioAktif” plus pupuk kandang  (PK) dengan perbandingan 1 : 5 sebanyak 2 kg per gandungan atau 4 kg per tanaman. Ini dilakukan saat tanaman masih kecil (2-3 bin setebh tanam).

3   Posisi di luar gandungan, dibuatkan retakan-retakan tanah memakai garpu tanah yang kemudian retakan-retakan itu disi BioAktif + PK (1:4) 1 kg per batang.

4   Pelaksanaan point 2 hanya dilakukan sekali semasa hidup tanaman, sedang pelaksanaan point 3 ini bisa dilakukan secara rutin bersamaan waktu pemupukan dengan dosis sesuai umur tanaman.   Pembuatan retakan tanah dianjurkan dg tanah dalam kondisi basah atau sedang musim hujan. Hal ini dimaksudkan supaya tanaman tidak mengalami stress akibat sebagian perakaran serabut putus. Dan  kedalaman retakan-retakan tanah ini cukup sampai 10 cm (tempat banyak akar serabut berada mengabsorbsi hara).

ket lanjutan :

–   Umur Tanaman Produksi: Asumsi Populasi 500 ph/Ha.

Pemupukan “BioAktif” diberikan merata sesuai dosis di atas permukaan tanah (diupayakan ditutupi oleh tanah atau seresah) serta sebagian diupayakan dapat masuk kedalam permukaan tanah. Caranya dapat dengan garpu tanah yang diinjakkan sehingga terbentuk lubang-lubang kecil atau retakan-retakan tanah) sedalam sekitar 10 cm kemudian pupuk “BioAktif” ditaburkan merata dan diharapkan sebagian memasuki lubang-lubang kecil tersebut. Upaya ini dimaksudkan agar dimensi ruang tanah tempat perakaran berada menjadi gembur, yaitu tidak menjad  lumpur saat hujan dan tidak mengeras serta retak-retak pada musim kering. Dosis tanaman produksi 1,5-2 ton per Ha BioAktif.

Ada beberapa pendapat mengatakan bahwa tanah yang gembur kurang baik bagi jeruk. karena mudah kuning pada daun serta tanah cepat menjadi kering. Pendapat ini memang tidak salah, karena kegemburannya tersebut bukan karena bahan organik; tetapi lebih banyak kandungan pasirnya.

Keadaan tanah yang gembur karena bahan organik akan mengakibatkan perkembangan akar lebih cepat tumbuh, menjadikan tanaman dapat tumbuh lebih sehat. Indikatornya, batang menjadi lebih besar rata dan kokoh; percabangan cenderung lebih banyak serta warna daun hijau sehat mengkilap. Kerontokan bunga berkurang serta kualitas buah menjadi lebih baik dengan rasa manis segar. Kegemburan tanah yang merata akibat kandungan bahan organik yang cukup akan menjadikan umur tanaman lebih panjang, karena perkembangan akar tidak terhambat serta cenderung sehat sehingga tanaman ini dapat diharapkan untuk berproduksi sampai umur di atas 10 tahun.

Sumber Nitrogen an organic tidak dianjurkan menggunakan Urea, minimal ZA dan syukur bila menggunakan NPK. Selang seling pemakaian ZA dan NPK, dosis kisaran 1 kg/ ph.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s