Padi

 

 

Petunjuk Pemupukan Padi (Nutrisi Aktif) dg efisien   (per Ha):

–    Pergunakan “BioAktif Daun Mangir” sejumlah 7,5 kwt plus 1 kwt Phonska per Ha diberikan sekaligus pada umur tanaman Padi 1-7 hst sebagai pengganti pupuk dasar disertai penyemprotan BioN 1 Itr per Ha umur 15 hst. Diikuti pemberian Urea sejumlah 1,0 kwt per Ha pada umur 20 hst – 30 hst dan cara pemberiannya dapat dilakukan sekaligus ataupun 2(dua) kali, sesuai kebiasaan semula. BioN di ulang lagi 2 x pada umur 30 hst dan 45 hst masing-masing 1 Itr per Ha. Dianjurkan pemberiannya kedua macam pupuk tersebut diinjakkan ke dalam tanah (terutama bila Urea diberikan sekaligus).  Anjuran dosis berdasarkan asumsi AnOrganik 3.5 kwt/Ha.

–    Usia tanaman menjelang Bunting (primordio) supaya dilakukan penyemprotan Urea l kg per Ha melalui daun dan diulangi lagi penyemprotan 1 kg KN03 pada masa Pembungaan selesai (atau masa pengisian bulir). KN03 dapat diulang kembali 2 minggu kemudian dengan dosis 1 kg per ha.

Catatan: Hal-hal yang perlu diperhatikan agar budidaya ini berhasil.

–    Perendaman Benih Padi hendaknya dilakukan dalam Bak/ Ember untuk diberikan obat “Merah” dan dilanjutkan lagi dipersemaian berkisar umur 15 Hari setetah tebar. Ini dimaksudkan melindungi kemungkinan adanya serangan penyakit (umumnya dikatakan penyakit “Merah”).

–    Supaya diperoleh pemakaian benih yang efisien (25-30kg/ ha) dengan fisik kuat, luas persemaian seyogyanya 5% luas areal tanam (500m2/Ha). Umur bibit tanam seyogyanya berkisar 20 – 25 hari setelah tebar dipersemaian, dan ditanam dengan jarak tanam berkisar 20 cm x 25 cm secara teratur dengan 1 atau 2 tanaman per lubang. Sebelum benih di tebar, sebarkan pupuk “BioAktif” dengan dosis 10 kg per 20 – 30 kg benih.

Pemakaian hand sprayer, diupayakan penyemprotannya mengabut (halus) dan masa pertumbuhan awal ataupun masa-masa pembungaan supaya diperhatikan 1. Adanya kupu-kupu putih/ kecoklatan atau dilihat di beberapa bagian bawah daun jika ada kemungkinan sekelompok telur-telurnya (bila tidak terlalu banyak maka daun-daun tersebut dapat dipotong); 2. Walang sangit dengan tanda menghitamnya beberapa bulir gabah muda pada malai dan apabila hal ini ada maka perlu dilakukan pemakaian pestisida dengan cara ker ja SISTEMIK dengan dosis 1 lt per ha.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s